Perkembangan Dan Pertumbuhan Tulang Serta Penggolongan Tulang

Perkembangan Dan Pertumbuhan Tulang Serta Penggolongan Tulang

Perkembangan dan Pertumbuhan tulang Serta Penggolongan Tulang – pada manusia, proses pembentukan tulang mulai berlangsung sejak embrio berumur enam minggu, ketika embrio berukuran panjang 12 mm. Sejak itu, pertumbuhan akan terus berlangsung hingga beranjak dewasa sampai umur 25 tahun.
Proses pembentukan, perkembangan dan pertumbuhan tulang sangat kompleks dan terkontrol. Proses pembentukan tulang oestogenesis meliputi osifikasi dan kalsifikasi.
Ositifikasi adalah proses penggantian jaringan lain adalah tulang, sedangkan kalsifikasi adalah proses penimbunan garam- garam kalsium selama proses osifikasi, yaitu osifikasi intramembran dan osifikasi endokondral.

Baca juga : 
Jaringan Tulang Keras (Jaringan Tulang) Beserta Komponenya
Jaringan rawan (kartilago) Berdasarkan Perbedaan Matriks

Osifikasi Intramembran atau Osifikasi dermal
Proses ini berlangsung di bagian dalam dari lapisan dermis. Tulang yang dihasilkan dinamakan tulang dermal. Contohnya tulang tengkorak, tulang rahang bawah dan tulang klavikula pada bagian leher. Tulang- tulang hasil osifikasi intramembran hanya memiliki struktur tulang bunga karang.
Tahapan osifikasi intramembran diawali dengan aktivitas sel- sel mesenkim menyekresikan matriks tulang, kemudian berdiferensiasi menjadi oestoblas dan selanjutnya menjadi osteosit. Osifikasi intramembran tidak melalui proses pembentukan tulang rawan (kartilago) untuk berkembang menjadi tulang.
Osifikasi endokondral
Sebagian besar rangka yang menyusun tubuh kita terbentuk melalui osifikasi endokondral. Pada osifikasi endokondral, tulang terbentuk dari sel- sel mesenkim. Selanjutnya akan berdiferensiasi menjadi sel tulang rawan (kondroblas atau kondrosit) yang kemudian akan akan membentuk jaringan rawan atau kartilago.
Selain itu, sel- sel mesenkim juga berdiferensiasi menjadi oestoblas yang berperan dalam sekresi matriks tulang dan penimbunan garam- garam kalsium, hingga akhirnya berkembang menjadi sel tulang dewasa atau osteosit.
Contohnya adalah tulang yang dihasilkan dari osifikasi endokondral adalah tulang- tulang panjang dan pendek yang berbentuk pipa, misalnya tulang lengan atas, lengan bawah, tulang paha dan tulang betis dan lain – lain.
Penggolongan Tulang
Didalam tubuh orang dewasa terdapat kurang lebih 206 macam tulang. kan tetapi, berdasarkan bentuknya tulang- tulang penyusun tulang rangka tubuh kita dibedakan menjadi enam, seperti yang tampak pada gambar.
Perkembangan Dan Pertumbuhan Tulang Serta Penggolongan Tulang
  • Tulang Panjang, misalnya yang terdapat pada lengan atas, lengan bawah, paha, betis, telapak dan jari- jari kaki. Tulang panjang memiliki bagian yang dinamakan “epifisis” yaitu bagian ujung- ujung dari tulang.” Diafisi” adalah bagian tengah tulang yang terletak diantara epifisis. Bagian yang terletak antara epifisis dan diafisis dinamakan “metafisis”.
  • Tulang Pendek, misalnya tulang pada pergelangan tangan dan pergelangan kaki. 
  • Tulang Pipih, misalnya langit- langit tulang tengkorak, tulang dada (sternum), tulang rusuk (costae) dan tulang skapula.
  • Tulang- tulang yang tidak beraturan bentuknya atau “irreguler” misalnya ruas- ruas tulang belakang atau “vertebrae” . tulang pelvis pada pinggul  dan bagian tertentu dari tulang tengkorak.
  • Tulang sesamoid, umumnya kecil- kecil dan pipih. Contohnya tulang yang terdapat pada lutut atau patela.
  • Tulang sutural atau tulang wormian, ukuranya kecil, pipih dan tidak beraturan, misalnya tulang yang terdapat di antara sutura kranial.

Advertisement

No comments.

Leave a Reply