Perawatan Spa Bayi Sendiri di Rumah? Ini Panduannya

Perawatan Spa Bayi Sendiri di Rumah? Ini Panduannya

Penting Gak Sih Baby Spa Itu?


Memiliki buah hati yang baru lahir di dunia? Hmm, pasti akan jadi momen terindah dan tak kan pernah terlupakan ya bunda? Anda tentu menginginkan perawatan terbaik bagi si buah hati bukan? Salah satu jenis perawatan yang populer untuk bayi adalah spa bayi atau baby spa.

Apa sih manfaat perawatan baby spa bagi si kecil?

Kini, perawatan baby spa semakin santer didengar dan mulai populer. Apakah ini sekedar gaya hidup baru atau trend semata? Hmm, sepertinya tidak juga. Menurut dr Attila Dewanti SpA yang dituliskan di majalah Nyata, perawatan beby spa ini pada dasarnya punya banyak manfaat loh. Apa saja?

  1. Baby spa mampu merangsang kemampuan motorik bayi.
  2. Baby spa mengajarkan anak tentang kemandirian dan keberanian.
  3. Baby spa memaksimalkan tumbuh kembang si kecil secara tepat.
  4. Baby spa mengurangi potensi bayi rewel.
  5. Baby spa membantu tidur bayi lebih nyenyak.

Benar kah? Ya, pada dasarnya, perawatan baby spa ini terdiri dari dua jenis perawatan, yakni baby gym dan massage. Nah, dua perpaduan perawatan inilah yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang bayi.

Anak di usia 0 hingga 1 tahun sedang berada dalam masa belajar. Pada masa –masa inilah, bayi belajar untuk telungkup, merangkak, duduk, berdiri sampai berjalan. Sebetulnya, semua tahapan pembelajaran bayi ini akan berlangsung secara alami. Masalahnya, ada kalanya hal ini dilakukan secara tidak benar.

Benar atau tidaknya gerakan inilah yang akan membedakan pertumbuhan anak nantinya. Sederhananya, jika dari tahapan merangkak ke duduk ada yang terlewatkan, maka ini akan mempengaruhi kemampuan anak dalam duduk bersila. Jika fase duduk ke berdiri yang terlewatkan, maka keseimbangan anak yang nantinya akan terganggu.

Nah, pada kondisi inilah, baby spa dapat membantu merangsang gerakan kompleks bayi, sehingga dapat melalui tahapan perkembangannya dengan benar. Bahkan, bayi juga akan merasa lebih nyaman sehingga bayi yang diberi perawatan ini umumnya akan tidur lebih nyenyak dan tidak rewel.

Perawatan Spa Bayi Sendiri di Rumah

Bagaimana tahapan dalam melakukan spa bayi?

Untuk melakukan spa bayi, akan lebih mudah bila Anda membawa si kecil ke tempat perawatan khusus bayi yang menyediakan perawatan ini. Namun, sebenarnya Anda pun bisa melakukannya sendiri di rumah. Bahkan, dikatakan kalau baby spa yang dilakukan oleh orang tua sendiri dapat mempererat ikatan orang tua dengan anak. Tentu saja rasa kasih sayang pun juga akan lebih besar.

Perlu diketahui, baby spa ini merupakan bentuk komunikasi non verbal antara orang tua dengan si kecil loh. Jadi, hal ini penting dilakukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Namun, untuk melakukannya, Anda juga harus ekstra hati –hati. Jangan sampai anda memijat terlalu kuat karena bisa menyebabkan bayi menggigil yang kemudian mengakibatkan gangguan fungsi kerja bayi,

Dalam melakukan spa bayi sendiri di rumah, pastikan Anda melakukan gerakan yang halus, tidak terlalu cepat dan tidak dihentak –hentakkan.

Adapun tahapan –tahapan dalam melakukan perawatan spa bayi sendiri yakni :

1. Streching

    Streching adalah peregangan yang dilakukan pada bayi selama 15 hingga 20 menit. Streching dilakukan dalam posisi bayi telentang. Cara melakukannaya, pegang kedua kaki dan lutut bayi bersama –sama, lalu tempelkan lutut pada perutnya.

    Berikutnya, pegang kedua kaki dan lutut bayi, lalu putar ke kiri dan kanan untuk melemaskan pinggulnya. Gerakan ini juga bermanfaat untuk menyembuhkan sakit perut pada bayi.

    2. Pemijatan

      Nah, untuk memasuki langkah pemijatan, sebelumnya Anda harus memastikan bayi berarda pada suasana yang nyaman. Caranya, lakukan kontak dengan bayi, baik dengan verbal maupun non verbal. Kontak mata dan ekspresi menyenangkan sangat bisa membantu menenangkan si kecil.

      Selanjutnya, baru lakukan pemijatan. Pemijatan ini berlangsung selama 30 hingga 50 menit, tergantung kondisi si kecil. Bila bayi menangis saat dipijat, sebaiknya Anda segera menghentikan proses ini. Jika tidak, maka Anda bisa melanjutkannya.

      2.1.Pijatan kaki
      Pijatan kaki adalah langkah awal untuk memulai spa bayi. Hal ini bertujuan agar aliran darah dari kaki ke jantung bisa lebih baik. Cara memijatnya, pegang kedua kaki dengan satu tangan, lalu tepuk –tepuk tungkainya dengan tangan lainnya. Usap turun naik dari jari kaki sampai pinggul, lalu kembali.

      Lanjut dengan lakukan pemijatan telapak kaki dan menarik jari jemarinya secara perlahan. Gunakan jempol Anda untuk mengusap bagian bawah kaki, mulai dari tumit hingga ke kaki, lalu pijat juga di sekeliling pergelangan kakinya dengan pijatan kecil melingkar.

      2.2.Pijatan perut
      Cara melakukannya adalah dengan ujung jari tangan. Buat pijatan melingkat dengan 2 atau 3 jari Anda membentuk huruf I-L-U dari arah bayi. Kalau dari posisi Anda, berarti membentuk huruf I-L-U terbalik.

      Begitu detail langkahnya, urut bagian kiri tubuh bayi dari bawah iga ke bawah membentuk hufur I. Kemudian, lanjut gerakan melintang dari perut bagian kanan bayi ke kiri, lallu turun ke bawah sehingga membentuk huruf L. Berikutnya, urut bagian kanan bawah bayi, naik ke kanan atas bayi, melengkung membentuk huruf U dan turun lagi ke perut kiri bayi. Jadi, semua gerakannya berakhir di perut kiri bayi.

      2.3.Pijatan dada
      Lakukan gerakan kupu –kupu dengan meletakkan kedua telapak tangan berdampingan di dada bayi. Pijat dada bayi dengan gerakan memutar dari dalam ke luar.

      2.4.Pijatan tangan
      Pegang pergelangan tangan bayi dengan satu tangan, lalu tepuk sepanjang lengannya dengan tangan lainnya. Pijat turun naik, mulai dari ujung hingga pangkal lengan. Lalu pijat telapak tangannya, tekan lalu tarik setiap jarinya dengan perlahan.

      2.5.Pijatan wajah
      Caranya, angkat bagian belakang kepala bayi dengan kedua tangan Anda. Usap –usap kulit kepalanya dengan ujung jari. Lalu gosok daun telingan dan usap alinya, kedua kelopak mata yang tertutup, dan mulai puncak tulang hidup menyeberang ke tulang pipi. Pijat juga daerah dagu dengan membuat lingkaran –lingkaran kecil.

      2.6.Pijatan punggung
      Caranya, posisikan bayi telungkup di matas atau di kedua paha Anda. Kemudian, gerakkan kedua tangannya naik turun mulai dari atas punggung hingga pantat bayi. Lakukan pijatan dengan membentuk lingkaran kecil di sepanjang tulang punggung bayi, lalu lengkungkan jari –jarinya, dan garukkan di punggung bayi dengan arah ke bawah.

      2.7.Pijatan kaki
      Langkah spa bayi ini adalah untuk cooling down atau pelemasan. Caranya, lakukan massage kembali di kaki. Dengan begitu, bayi akan merasa ngantuk. Baru kemudian dilanjutkan dengan mandi.

      Hal yang perlu Anda perhatikan dalam melakukan spa bayi sendiri di rumah

      1. Pijatan dilakukan sebelum bayi mandi, dan 30 menit setelah bayi minum susu atau Asi
      2. Jangan pijat bayi yang baru terjatuh. Tunggu sampai 2x 24 jam baru kemudian dipijat. Kecuali bila ada kontraindikasi, segera bawa ke dokter.
      3. Ingat untuk tidak menekan bayi terlalu keras.
      4. Lakukan pemijatan saat bayi tenang tapi belum terlalu mengantuk
      5. Cek suhu tubuh bayi terlebih dahulu. Standarnya adalah 36 derajat celcius. Bila suhunya lebih dari 37 derajat C, jangan dipijat.
      6. Lakukan pemijatan secara rutin, minimal tiga kali seminggu, terutama saat usia bayi 0 hingga 3 bulan. Selanjutnya, bisa dilakukan setiap dua minggu atau setiap satu bulan.
      7. Gunakan minyak untuk memijat. Tapi, hindari menggunakan baby oil karena jenis minyak ini cepat kering. Ada baiknya Anda gunakan natural oil seperti almond pil, soya oil, minyak zaitun atau minyak kelapa dan minyak tersebut harus tidak berbau.
      8. Sebelum menggunakan minyak, tes dulu dengan mengoleskannya sedikit di kaki atau punggung bayi, dan tunggu 5 menit. Bila tidak tampak reaksi alergi seperti merah –merah atau ruam, baru gunakan untuk seluruh tubuh si kecil.


      Mudah bukan? Hmm, tapi tetap harus ekstra hati –hati ya Bunda. Selamat mencoba baby spa sendiri di rumah ya.

      Advertisement

      No comments.

      Leave a Reply