Menyeimbangkan Kadar Gula dalam Darah dengan Konsumsi Karbohidrat Kompleks

Menyeimbangkan Kadar Gula dalam Darah dengan Konsumsi Karbohidrat Kompleks

Pilih Karbohidrat Kompleks atau Karbohidrat Simpleks?

Bagi tubuh kita, karbohidrat adalah nutrisi yang sangat penting sebagai pemasok utama sumber energi. karbohidrat menjadi bahan bakar utama bagi otak dan tubuh untuk membantu mempertahankan konsentrasi, meningkatkan kewaspadaan dan memberikan kekuatan bagi tubuh untuk beraktivitas.
Selama proses pencernaan, maka karbohidrat yang terdapat dalam makanan akan dipecah menjadi molekul gula sederhana yang lebih kecil, seperti glukosa (dekstrosa), fruktosa dan galaktosa. Glukosa alami dapat ditemukan di dalam berbagai jenis buah – buahan dan sayuran, fruktosa alami terdapat di dalam madu dan tanaman, sedangkan galaktosa ada di dalam susu.

Berapa banyak karbohidrat yang diperlukan tubuh?

Tubuh memerlukan jumlah karbohidrat yang tepat agar bisa menjalankan fungsinya secara maksimal. Pada karbohidrat jenis glukosa sendiri, tubuh juga memerlukan pasokan glukosa secara konstan dan dalam jumlah yang cukup, melalui peredaran darah di seluruh tubuh.
Idealnya, tubuh memerlukan 1 hingga 2 sendok teh glukosa yang larut dalam aliran darah setiap saatnya. Glukosa yang mengalir bersama darah inilah yang kemudian akan diubah menjadi energi yang kemudian menjadi makanan bagi otot dan bahan bakar bagi otak.
Bagitu makanan yang mengandung karbohidrat dicerna oleh tubuh, maka glukosa akan dilepaskan. Karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh bisa dilepaskan secara lambat dan juga cepat.
Karbohidrat yang lambat dilepaskan atau dicerna ini disebut sebagai karbohidrat kompleks. Sementara karbohidrat yang cepat dilepaskan ini disebut sebagai karbohidrat simpleks atau sederhana.

Apa perbedaan pengaruh karbohidrat kompleks dan simpleks bagi kadar gula dalam tubuh?

Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks pada dasarnya lebih lambat dalam diolah. Makanan jenis ini juga mengandung lebih banyak serat yang dapat memperlampat proses pelepasan gula dalam darah. Dengan proses pelepasan yang perlahan, maka darah juga akan mendapatkan pasokan glukosa secara perlahan pula.
Pada karbohidrat simpleks, karbohidrat sangat mudah diolah dan mengandung gula yang mudah dicerna. Makanan berkarbohidrat ini sudah diolah sehingga semakin mudah dipecah menjadi glukosa. Karena sangat mudah dipecah, maka darah justru akan ‘dibanjiri’ oleh begitu banyak gula.

Apa akibatnya bila darah dibanjiri gula?

Tentu saja kondisi dimana darah dibanjiri gula adalah tidak baik. Perubahan kadar gula yang sangat cepat dapat membuat tubuh dan otak mengalami lonjakan energi yang sangat tidak nyaman.
Apalagi, lonjakan energi ini biasanya juga diikuti dengan adanya turunnya pasokan glukosa secara drastis, yang kemudian energi dalam tubuh akan berkurang. Energi yang berkurang secara drastis ini pun akan berakibat pada terbatasnya jangkauan pandang serta menurunnya kemampuan berkonsentrasi.
Mengkonsumsi karbohidrat simpleks memang bisa mengakibatkan fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Fluktuasi gula darah ini pun yang kemudian dapat menyebabkan seseorang sangat ingin memakan makanan manis di pagi dan siang hari karena merasa memerlukan energi tambahan yang banyak, akibat turunnya kadar gula dalam darah.
Kadar Gula dalam Darah

Apa akibat dari fluktuasi gula darah?

Pada beberapa kasus, turunnya kadar gula darah dapat menyebabkan gangguan fungsi normal otak. Gangguan fungsi normal otak ini bisa ditunjukkan dengan beragam reaksi tubuh, misalnya mulai dari mudah marah, depresi, lebih perasa, takur, panik, berdebar – debar, pelupa, linglung, bahkan juga hiperaktif.
Naik turunnya gula darah atau fluktuasi gula darah ini juga bisa sangat mengganggu. Beberapa orang bisa menunjukkan gejala nyeri kepala, berkeringat, pening, vertigo, insomnia, hingga kelelahan yang luar biasa.

Apakah fluktuasi gula darah ini hanya disebabkan oleh makanan olahan saja?

Sebetulnya, bukan hanya makanan olahan yang bisa mengakibatkan fluktuasi gula darah seseorang. Beberapa pemicu lain juga bisa menyebabkan kadar gula darah menjadi naik turun dan tidak stabil. Misalnya saja, seperti akibat dari stress, kagein, alkohol dan juga rokok.

Lantas, bagaimana cara menyeimbangkan kadar dula dalam darah?

Untuk membantu tubuh agar bisa mendapatkan energi secara stabil, kita perlu mengatur pola makan yang tepat agar kadar gula dalam darah bisa tercukupi secara stabil pula. Mengatur pola makan secara tepat adalah salah satu hal yang bisa dilakukan.
Lebih baik, banyak konsumsi makanan dengan karbohidrat yang lambat diserap dan kompleks. Dengan demikian, kita bsia menjaga tercukupinya pasokan gula dalam darah dan membuatnya tidak mengalami fluktuasi yang tidak baik.
Karbohidrat kompleks ini bisa didapatkan dari beras merah, pasta beras yang belum diproses, roti gandum, sayur mayur, jagung, padi – padian, dan buah – buahan segar.

Adakah tips yang lebih detail untuk menyeimbangkan kadar gula dalam darah?

Ya, agar bisa menjaga tercukupinya pasokan gula dalam darah secara tepat, cobalah tips berikut ini :
1.      Jangan pernah lewatkan sarapan. Saat sarapan, pilih bubur oat atau roti gandum panggan dengan telur rebus ketimbang sereal.
2.      Makan saja dalam porsi kecil namun sering. Pilih juga makanan dengan protein dan karbohidrat yang lambat diserap atau karbohidrat kompleks. Protein ini juga bisa membantu melawan efek karbohidrat yang buruk.
3.      Hindari gula dan permen
4.      Hindari karbohidrat simpleks atau yang cepat diproses seperti sereal untuk sarapan, cake dari tepung terigu, serta nasi putih.
5.      Hindari kafein dalam teh, kopi, dan minuman bersoda.
6.      Hindari konsumsi alkohol.
7.      Hindari atau setidaknya kurangilah merokok.
8.      Kurangi stress
9.      Konsumsi karbohidrat kompleks yang terdapat dalam roti gandum, beras merah dan sayur – mayur sebagai makanan utama harian.
10.  Berolahragalah secara teratur.

Advertisement

No comments.

Leave a Reply