Makanan Sehari-hari yang bisa Mematikan

Makanan Sehari-hari yang bisa Mematikan

Manusia tidak bisa dipisahkan dengan makanan dan bicara tentang kuliner memang tak akan ada habisnya. Selain karena manusia diciptakan dengan rasa penasaran, makanan sendiri adalah kebutuhan dasar bagi manusia. Hal tersebut juga membuat orang-orang kerap suka bereksperimen dengan bahan makanan untuk menciptakan suatu sajian nikmat yang menggugah selera. Ada begitu banyak makanan sehat dan alami yang tesedia di sekitar anda. Jika anda pintar dalam mengolahnya maka makanan tersebut mampu menjadi hidangan sehat dengan rasa yang enak. Namun jika anda salah dalam mengolahnya makanan tersebut bisa menjadi tidak sehat lagi atau parahnya lagi mampu menjadi makanan yang beracun. Berikut makanan sehari-hari yang bisa mematikan:
1. Singkong
Singkong
Siapa tak kenal ubi kayu atau dikenal dengan nama singkong. Singkong bahkan menjadi bahan utama beberapa camilan populer yang dijual di supermarket. Singkong juga menjadi makanan alternatif bagi mereka yang sedang diet. Namun percaya atau tidak ternyata makanan yang satu ini mengandung racun yang cukup membahayakan. Tanaman yang mudah tumbuh dan banyak ditemui di Indonesia ini mengandung racun yang dikenal dengan nama Linamarin dan Lotaustrelin. Jika singkong dimakan mentah atau dimasak kurang sempurna maka kedua senyawa ini akan berubah menjadi Hidrogen Sianida. Keracunan pada tubuh dapat menyebabkan penyempitan kerongkongan, mual, muntah, dan sakit kepala. Kasus keracunan yang parah bahkan dapat menimbulkan kematian. Namun bahaya ini sebenarnya dapat dihindari asal memperhatikan cara memasaknya. Pastikan singkong benar-benar telah dimasak dengan baik sebelum dikonsumsi.
2. Kacang Mete
Kacang mete
Kacang mete mudah sekali ditemui sebagai campuran dalam panganan coklat dan cukup populer dijadikan sebagai camilan ringan yang sering kita temui di Hari Raya. Namun siapa yang menyangka bahwa ternyata kacang mete memiliki kandungan racun di dalamnya. Kandungan ini dapat ditemukan pada kacang mete mentah. Oleh karena itu untuk menghilangkan racun tersebut biasanya kacang mete akan direbus dalam waktu yang relatif lama. Racun yang terdapat dalam kacang mete dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit. Racun ini dalam jumlah kecil biasanya tidak begitu berbahaya bagi tubuh. Namun dalam jumlah yang banyak dapat berakibat fatal. Karena itu kacang mete mentah yang biasa anda beli sebenarnya telah diproses dengan cara dikukus atau direbus terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan racun urushiol yang membahayakan. Meskipun jarang terdapat kasus keracunan langsung dikarenakan makan kacang mete, biasanya orang-orang yang bekerja di pabrik pengolahan kacang mete telah diinstruksikan untuk memisahkan kacang mete dari kulitnya dan mengolahnya sedemikian rupa sebelum terjual bebas ke pasaran.
3. Biji Pala
Biji pala
Indonesia terkenal di seluruh dunia sebagai penghasil rempah-rempah atau bumbu dapur. Sampai-sampai para penjajah datang ke Indonesia untuk mencari dan menguasai bahan tersebut. Salah satu rempah-rempah yang hanya bisa ditemukan di Indonesia adalah biji pala. Namun bumbu dapur ini ternyata memiliki efek yang berbahaya apabila digunakan tidak sesuai takaran. Jika seharusnya di dalam sebuah masakan itu hanya memakai setengah sendok makan dan anda memasukkan satu sendok makan biji pala, hal itu akan membahayakan orang yang mengkonsumsi makanan tersebut. Efek dari menggunakan bubuk biji pala pada bumbu masakan dalam jumlah yang berlebihan akan mengakibatkan halusinasi hingga tidak sadarkan diri. Terlebih jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar dapat mengakibatkan jantung berdebar-debar, kejang, mual, dehidrasi, dan bahkan kematian. Penyebab seseorang bisa mabuk karena mengkonsumsi bubuk biji pala adalah karena adanya senyawa miristisin, yakni zat beracun yang ada pada biji pala. Sebenarnya pemakaian biji pala tidak akan menimbulkan bahaya yang berlebihan jika digunakan sesuai dengan petunjuk atau takaran. Pada dasarnya sesuatu yang berlebihan itu tidak akan memberikan manfaat terutama bagi tubuh.
4. Kerang Darah
Kerang darah
Kerang darah merupakan salah satu jenis kerang yang dapat ditemukan di Meksiko, Atlantik, dan Pasifik. Makanan ini juga cukup populer di Tiongkok dimana ia termasuk salah satu makanan yang digemari karena kelezatannya. Biasanya makanan ini dihidangkan dengan cara dikukus dan yang berbahaya dari kerang ini adalah kandungan bakteri maupun virus di dalamnya. Kerang ini memiliki bakteri Hepatitis A, Tifoid, dan Disentri. Jika anda ingin mengkonsumsi kerang darah maka ada baiknya menanyakan terlebih dahulu lokasi asal kerang darah tersebut. Hal itu dikarenakan sebagian besar kerang darah yang berasal dari perairan Cina mengandung bakteri Hepatitis. Penderita Hepatitis akan mengalami kondisi medis dimana terjadi peradangan pada hati. Selain itu, karena kerang darah hidup di dalam lumpur, kerang darah hidup dengan memakan sedimen. Bila sedimennya terkontaminasi logam berat dan anda mengkonsumsi kerang darah yang telah terkontaminasi tersebut maka berangsur-angsur logam-logam tersebut akan masuk ke dalam tubuh dan tidak dapat dicerna atau bahkan dikeluarkan. Dengan kata lain akan mengendap di dalam tubuh. Logam-logam ini akan menjadi racun di dalam tubuh dan nantinya dapat meningkatkan resiko penyakit mematikan seperti kanker.
5. Kacang Almond
Kacang almond
Kacang yang satu ini merupakan salah satu jenis biji-bijian yang enak dan memiliki beberapa manfaat. Diataranya mengurangi risiko kanker usus, menekan kolesterol, menstabilkan tekanan darah, mengurangi risiko penyakit jantung, mengendalikan tingkat gula darah, dan membantu menurunkan berat badan. Karena itu kacang almond cocok dijadikan camilan bagi yang sedang berdiet. Meski demikian kita perlu berhati-hati terhadap kandungan racun yang terkandung di dalamnya. Almond terutama yang tumbuh liar jika dikonsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan keracunan. Karena kacang ini sebenarnya mengandung sianida. Karena itu almond harus dipanaskan pada suhu tertentu terlebih dahulu dengan cara dipanggang agar racun sianida tersebut dapat keluar sehingga dapat dikonsumsi tanpa membuat anda merasa khawatir saat memakannya.

6. Kentang
Kentang
Kentang merupakan sayuran kaya nutrisi yang merupakan sumber pati, vitamin, dan serat. Memang jarang adanya kasus kematian karena makan kentang. Namun kentang yang warna kulit dan dagingnya sudah terlihat kehijau-hijauan akan berbahaya jika dikonsumsi karena zat beracun glikoalkaloid dan mengandung tingkat senyawa solanin yang tinggi. Solanin dapat mempengaruhi syaraf dan sistem pencernaan. Solanin biasanya terdapat pada kentang muda yang masih terlihat kehijauan. Sehingga akibatnya anda bisa mengalami sakit kepala, lemas, diare, muntah, dan bahkan kematian. Kentang  harus disimpan di tempat yang sejuk, kering dan gelap. Paparan sinar matahari dan kelembaban yang berlebihan akan menyebabkan kentang tumbuh dan membentuk racun glikoalkaloid solanin. Karena itu pastikan anda tidak mengolah kentang yang sudah berwarna hijau dan tumbuh tunas dan pastikan pula untuk tidak mengkonsumsinya jika sudah terlalu lama disimpan. Karena jika sudah terlalu lama disimpan kentang akan bertunas dan berwarna kehijauan yang mengandung racun glikoalkoloid yang berbahaya bagi tubuh. 
7. Apel
Apel
Apel mengandung berbagai nutrisi serta vitamin yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan tubuh seseorang. Memang buah-buahan ini terlihat aman-aman saja bagi semua kalangan. Namun apel non organik biasanya dilapisi dengan bahan kimia pestisida dan fungisida untuk mencegah serangan serangga. Dan beberapa diantaranya akan meresap ke dalam daging apel. Karena itu sebelum mengonsumsi apel ada baiknya untuk mencucinya hingga bersih dan mengupas kulitnya terlebih dahulu. Untuk mencegah racun pestisida dan fungisida yang menempel di kulit apel tersebut masuk ke dalam tubuh kita. Selain itu biji apel juga mengandung sianida yang akan keluar jika dikunyah atau dihancurkan. Mungkin jika sebagian biji apel anda konsumsi tidak akan menimbulkan efek kematian langsung. Namun lebih baik anda tidak mencoba untuk mengkonsumsi biji apel dalam jumlah tertentu. Apalagi ikut masuk ke dalam blender anda saat dijus. Meskipun kandungan sianida yang dimiliki biji apel kecil namun bila bercampur dengan enzim percernaan dapat menghasilkan hidrogen sianida. Dalam jumlah besar hidrogen sianida dapat membunuh orang dewasa. Jadi sebaiknya saat makan buah apel bijinya jangan ditelan ya..

Advertisement

No comments.

Leave a Reply