Diet Tepat untuk Penderita Asam Urat

Diet Tepat untuk Penderita Asam Urat

Yuk Cari Tahu Pola Diet Tepat untuk Penderita Gout dan Hiperurisemia

Bagi para penderita gout atau yang lebih akrab disapa dengan asam urat, mereka perlu untuk selalu menjaga kondisi tubuhnya. Artinya, kondisi tubuhnya harus selalu stabil agar asam urat tidak kambuh dan semakin memperburuk kesehatan.
Nah, lantas apa saja ya upaya untuk menjaga kondisi tubuh seorang dengan derita asam urat? Yang perlu dilakukan adalah mengatur pola makan, berolahraga secara teratur dan juga mengontrol aktivitasnya.
Hmm, sebetulnya, tiga hal ini memang penting untuk dilakukan oleh siapa pun meski tak menderita penyakit asam urat yah? Tapi, bagi penderita gout, hal ini jadi semakin penting dan wajib loh.
Makanan apa yang baik dikonsumsi oleh penderita asam urat?
Pola diet tepat untuk penderita asam urat tentu harus memperhatikan makanan apa yang baik untuk dikonsumsinya. Pola dietnya sebetulnya gampang kog. Hanya ada dua syarat utama bagi makanan yang dapat dikonsumsi oleh penderita asam urat. Apa itu?
Diet atau makanan bagi penderita asam urat pada intinya harus memenuhi 2 hal, yakni makanan yang rendah purin dan rendah kalori. Dua syarat ini berlakuk untuk segala jenis makanan loh ya, termasuk makanan pokok, lauk – pauk, buah – buahan, dan makanan lain apa aja dech yang dikonsumsi.
Pada intinya, penderita asam urat sangat disarankan untuk mengkonsumsi sayuran. Tapi, dengan syarat bahwa sayuran tersebut mengandung purin yang rendah atau sedang saja. Sayuran memiliki serat yang cukup tinggi. Nah, serat sayuran ini berguna untuk membantu memperlancar proses pencernaan agar risiko penumpukan asam urat juga bisa diminimalisir.
Kenapa harus rendah purin dan rendah kalori?
Makanan yang rendah purin alias protein khusus yang menyebabkan asam urat tentu adalah hal wajib. Konsumsi makanan rendah purin penting untuk mencegah kondisi hiperurisemia atau kondisi dimana kandungan asam urat melebihi ambang batas, sekaligus untuk mencegah gout atau serangan penyakit akibat kondisi asam urat yang berlebih ini.
Sedangkan makanan rendah kalori penting untuk menjaga tubuh agar bebas dari risiko sindroma metabolic. Sindroma metabolic ini juga lah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi hiperurisemia dan gout alias secara sederhana, membuat penyakit asam urat jadi semakin parah dan menyakitkan.
Diet Tepat untuk Penderita Asam Urat
Makanan apa yang rendah purin?
Makanan yang rendah purin sangat dianjurkan untuk penderita asam urat. Untuk makanan tinggi purin, tentu sangat tidak dianjurkan atau malah dilarang. Sedangkan makanan dengan kandungan purin sedang, sebaiknya dibatasi saja ya konsumsinya.
Lantas makanan apa saja ya yang rendah purin? Makanan rendah purin adalah jenis makanan yang hanya mengandung kurang dari 50 mg/ 100 gram bahan. Yang termasuk bahan makanan rendah purin adalah segala sumber karbohidrat kecuali havermut/ oatmeal, buah dan sayur, telur, susu dan gula.
Sedangkan bahan makanan dengan purin sedang adalah havermut/ oatmel dan semua olahan gandum, ikan, ayam, daging, kacang – kacangan kering, tahu, tempe, sayuran yang meliputi bayam, brokoli, kembang kol, buncis, jamur, kangkung, daun singkong, dan daun pepaya.
Adakah tips memilih makanan untuk penderita asam urat?
Yup, ada donk. Ini dia tips memilih makanan untuk penderita asam urat alias diet tepat untuk penderita asam urat yang bisa dilakukan :
1.      Kurangi makanan dengan kadar kalori tinggi dan asupan yang mengandung pemanis, terutama pemanis buatan. Tujuannya, untuk mengurangi berat badan berlebih.
2.      Konsumsi makanan dengan karbohidrat rendah
3.      Konsumsi asupan vitamin C, beta karoten, asam folat dan vitamin B12 sebagai tambahan. Vitamin ini banyak ditemukan di dalam buah dan sayur berwarna kemerahan, oranye dan kuning. Misalnya seperti wortel, tomat, pepaya, belimbing manis, stroberi, paprika merah, jambu biji dan semangka.
4.      Kurangi konsumsi makanan berlemak dan makanan dengan kadar natrium tinggi. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah sindroma metabolic.
5.      Makan 6 kali menu ringan sehari akan lebih baik ketimbang makan 3 x menu berat. Dengan cara ini, kemungkinan pelepasan insulin yang berlebihan bisa dihindari sehingga dapat mencegah terjadinya sindroma metabolic akibat resistensi insulin.

Advertisement

No comments.

Leave a Reply